Sabtu, 14 Februari 2015

Perempuan Berhati Merah Jambu

14 Februari 2015
Kepada Ibu di desa, selamat hari Cinta.

Apa kabar ibunda? Semoga doa cuma-cuma yang ananda pinta dalam solat lima waktu yang ternyata masih berlobang sana sini, selalu sampai pada hari-hari ibunda melalui perpanjangan kasih sayang Tuhan. Maaf, jika sampai hari ini ajang berbakti yang bahkan segampang itu pun, masih ananda lakukan ala kadarnya saja. Tentu saja tak akan pernah jadi sepadan bila dibandingkan dengan alunan doa panjang yang ibunda pinta di setiap sujud dan rakaat-rakaat yang khusyuk ibunda lakukan.
Bu, ibu ingat Indira Ghandi? Atau Florence Nightingale? Para pahlawan perempuan hebat bagi negara dan kemanusiaan seluruh dunia. Tahukah jika ibunda lebih patriotik dan patut disandingkan dengan mereka berdua? Ya betul ibunda, pertama ibunda layak jadi pahlawan hanya karena mengikuti program keluarga berencana dengan memiliki dua orang anak saja. Hal itu berperan besar dalam pengurangan populasi manusia di seluruh dunia ibunda! Tahukah jika pemerintah dunia saat ini tengah pusing setengah mati karena membengkaknya populasi manusia ini, setidaknya ibunda telah jadi aspirin untuk meringankan gejala sakit kepala mereka.
Kedua, ibunda layak disebut pahlawan karena ibunda telah merintis usaha es batu keluarga kita dari kulkas sederhana hingga sekarang jadi sebesar kutub utara. Usaha yang asalnya hanya ibunda kerjakan sendirian, sampai akhirnya mampu membayar karyawan. Nah, dalam hal ini ibunda berhasil menciptakan lapangan pekerjaan dan ikut andil dalam pengurangan angka pengangguran. Jika mengingat itu bunda, aku kadang malu, kau menimba air dari sumur tetangga, mengikatnya di kantong plastik, hingga membekukanya jadi bentuk es batu, semuanya ibunda lakukan sendirian. Tanpa pernah meminta ananda memberi bantuan atau hanya sekedar gangguan. Sejak itu aku tahu, bunda ku adalah perempuan terkuat di dunia.

Wahai perempuan penggila tidur siang
Apakah menjadi putri tidur adalah cita-cita ibunda sejak muda? Karena kerap sekali ananda temukan ibunda jatuh tertidur di dapur, ruang makan, atau ruang keluarga. Letihkah mengurus hidup, bunda? Apakah doa-doa panjang itu begitu menguras tenaga? Usia ananda dua-dua lebih bunda, tidakkah ingin membagi beban itu bersama-sama? Belum cukupkah dirasa memberikan yang terbaik bagi ananda berdua? Padahal yang kini kami terima lebih dari cukup dan sangatlah layak. Meski kadang, lidah kami terjebak pada sayur asam yang keasinan atau sambal yang terlalu manis, itu semua selalu kami makan. Cuma itu ibunda, yang bisa kami lakukan untuk sekedar menghilangkan kabut kecewa di mata senja bunda. Kadang tetap kami tekur cita-cita yang bunda pinta, tapi tak pernah kami inginkan, juga untuk menghindari embun kecewa yang sama.

Wahai perempuan berhati merah jambu..
Jangan tersinggung ibunda, aku tahu sejak dulu bunda tak pernah suka merawat bunga. Jadi, pasti ibunda malas jika harus saya samakan warna hati penuh cinta bunda dengan kelopak mawar atau bunga sepatu. Karena bagiku, merah jambu hati bunda, adalah merah muda buah naga. Warna hati yang lembut namun berstektur sangat kuat tapi memiliki rasa paling manis. Tidak inginkah ibunda jatuh cinta lagi? Kenapa bunda bisa sekuat itu menahan malam-malam yang dingin tanpa menyalakan tungku perapian sendirian?
Apakah cerita si kakak sewindu lalu ada benarnya? Bahwa setiap berbaring di kasur, maka tubuh almarhum pun, utuh, hadir lagi di sana? Bunda, apakah gen yang senantiasa menghayati setiap nyeri patah hati atau demam dari kehilangan itu mengalir deras di dalam garis keturunan kita? Kenapa kita berdua begitu sama hancurnya ketika kehilangan orang yang kita cinta?
Tapi bunda telah memilih. Bahwa jatuh cinta mutlak hanya sekali. Anjuran dari ananda untuk menikah lagi, jangan pernah ibunda hiraukan. Di sebuah bar bernama masa muda ini, ananda memang sedang senang-senangnya menuangkan banyak minuman ke dalam gelas di dalam dada. Awalnya semuanya memberi ketenangan bunda, namun akhirnya memabukan. Tadinya, ingin ananda pilihkan satu untuk bunda, namun tak apa ananda berikan minuman yang lain. Minuman yang sama-sama akan memberikan kekuatan kepada kita, untuk menunggu Tuhan menyatukan kita lagi dengan bapak, pada suatu masa.
Bunda, hari ini seluruh dunia sedang pesta pora merayakan hari besar cinta. Lewat kesempatan ini, ketahuilah bunda, bahwa sampai detik ini cinta untukmu, adalah cinta yang tersulit diungkapkan. Tak pernah cukup, jika diselipkan pada mohon ampun saat lebaran atau ciuman tangan pada saat pamit untuk bepergian atau ketika kau menyambut setiap kedatangan.
Terimakasih bunda untuk segala yang selalu kau utamakan dalam hidup, terimakasih karena sudah memberikan kehormatan untuk terlahir dari rahim perempuan seperkasa dirimu dan untuk sebuah kenyataan dimana: "Aku begitu mencintaimu!"

Sekian bunda, surat kali ini. Jangan pernah hentikan alunan doa panjang dan kasih sayang itu. Bersama surat ini ananda sertakan sekotak sepatu, tak ingin duri atau paku menggores surgaku.

Peluk dan cium, ananda di perantauan.

1 komentar: