Minggu, 15 Februari 2015

Jupiter Ascending

Dear R
Maaf jika kau harus membaca surat ini ketika cuaca di kota kita tengah begitu panas-panasnya. Mari kita buat sejuk dengan menceritakan nonton a.k.a kencan pertama kita semalam.
Kau tahu R bahwa film, buatku tak hanya sekedar hiburan. Aku bisa belajar banyak hal dengan menonton banyak film, bagaimana fiksi bisa mengubah dan membuat banyak teknologi, hukum kimia dan fisika yang tak pernah ku kuasai bisa dipelajari dengan mudah di film, mengumpulkan satu persatu kosa kata baru, bahkan dari film juga aku bisa belajar bagaimana cara mencintai hingga melukai seseorang.
Kau tahu R aku belajar juga dari Jupiter Jones, tokoh utama dari film yang kita tonton semalam. Yup, tokoh yang kamu bilang terlalu banyak musuhnya. Zodiak dia Leo juga, sama denganku. Kata dia, bahwa orang dengan zodiak Leo berarti ditakdirkan untuk hal-hal yang hebat dan menemukan cinta sejati. Di film tersebut memang Jupiter akhirnya menjadi penguasa alam semesta, itu lebih dari hebat. Dan ya memang dia menemukan cinta sejatinya yang selalu mencari-cari dan menjaganya mati-matian sejak awal.
Entahlah R, aku akan ditakdirkan untuk hal hebat seperti apa. Tapi bukannya kehidupan juga adalah hal hebat itu sendiri? Keajaiban paling besar yang diberikan Tuhan kepada kita. Kau pasti akan tercengang bila mengetahui harus berapa banyak sel sperma lainnya, sebelum kita dilahirkan sebagai seorang manusia. Kau harus bangga menjadi dirimu sendiri.
Tapi itu pertama, berikutnya Jupe mengatakan soal menemukan cinta sejati. Di tengah dentuman musik dari film yang menimbulkan ketegangan bagi kita di kursi masing-masing tadi malam, aku pun memikirkannya. Sebagai seorang Leo juga, apakah dalam rangkaian keajaiban besar ini aku akan menemukannya juga? Apakah itu kau R? Atau kau juga hanya akan lewat begitu saja sampai yang tepat itu ada? Atau tak akan pernah ada selamanya.
Jujur saja R, ada banyak hal yang ku cari tak ku temukan di dalam genggaman tangan atau dalam tatapan matamu. Seperti katamu, kita terlalu banyak bedanya. Bahkan ketika memperlakukan film, bagianku sudah ku ceritakan, namun ku yakin kenaifanmu terjadi tak hanya sekedar karena kau menonton film baru pertama kali. Aku takut R, jika terlalu jauh ku bawa kau di dalam langkah-langkahku, kau hanya akan ku cari ketika aku butuh pelukan bukan karena aku membutuhkan rumah.

Aku bahkan kebingungan menulis kalimat penutup untuk suratku kali ini, tidak seperti pada surat yang memintamu datang tempo hari. Tapi setidaknya terimakasih karena sudah mau menemaniku tadi malam.

Selamat sore,
Lastrange.

PS: untukmu di masa lalu, kau tahu tidak di film semalam Chaning Tatum memiliki sayap. Aku tahu, kaum sin, nephilim atau lycantant adalah favoritmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar