Kamis, 05 Februari 2015

Masih Sama

Dear, kamu di masa lalu
Ini harusnya jadi hari ke tujuh aku menulis surat untukmu. Tapi dua hari ke belakang, ternyata suratku tidak terkirim. Pertama karena kuota habis, yang kedua ternyata aku malah menyimpannya di draft dan tidak aku publikasikan.
Ah seandainya saja, mengingatmu bisa disimpan ke draft juga seperti itu.
Iya, ini masih soal kamu, lalu siapa lagi? Orang-orang yang ku temui setahun belakangan ini kan tidak banyak. Hatimu pernah mengalihkan perhatianku begitu lama, sampai - sampai aku lupa bagaimana cara membuka mata dan mengikhlaskan apa yang sudah tidak ada.
Aku tak pernah mengira di awalnya, bahwa akhir dari perjalanan cinta begini akhirnya. Jatuh cinta membuat kita seperti sepasang camar yang berbulan madu dan berenang di pantai, indah memang awalnya kita bisa menikmati angin, ombak - ombak kecil yang beriak membasahi kaki kita masing - masing, hingga ciuman - ciuman lembut ketika hari menutup senja yang meredup malu - malu. Ya, kita pernah seromantis itu sebelum perjalanan membawa kita terhempas namun terseret ke laut lepas, tidak ada apa - apa. Hanya berisi air yang tak habis juga sebuah pilihan, berenang atau tenggelam sekalian.
Kamu memilih berenang dan aku yang tenggelam.
Dunia benar - benar sudah salah persepsi soal cinta, mereka hanya mendengus wanginya saja. Bagian-bagian di mana semua yang terasa menyakitkan, melupakan, perihnya ditinggalkan tanpa penjelasan, itu semua tidak pernah disebutkan.
Kau benar-benar membuatku penasaran, bagaimana rasanya jadi orang yang sangat dirindukan? Bagaimana cara melewati hari tanpa perasaan berdosa karena sudah meninggalkan? Bagaimana?
Bagaimana ketika kau meminta diri untuk pamit dari ingatan, tapi tak pernah mengajari bagaimana cara jitu untuk melupakan.
Mengingatmu di tengah hari begini kadang membuatku merindukan kesunyian tengah malam, tak ada banyak suara dan cahaya, hanya ada manisan kenangan dan tatap matamu yang menghangat di kepala.
Percayalah, aku merindukanmu dalam kondisi seburuk itu.

Aku,
Yang masih sama, dan merindukanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar