Kepada para penguasa masa SMA
Hal pertama yang akan kalian dapati ketika membaca surat ini adalah sumpah serapahku, marah karena kalian tidak pernah mau membuat akun twitter. Sehingga aku tidak bisa memberikan alamat tujuan kepada tukang posku ketika mengantarkan surat ini. Blog? Oh, ketika pertama kali membuatnya kalian malah mentertawakanku. “jadi duit gak?”Kalau saja bukan kalian yang menanyakan itu, sudah aku habisi kalian satu persatu. itu pertanyaan yang sampai sekarang masih mengangguku, ya aku juga sedang berpikir bagaimana mendapatkan uang dari sini. Lalu mentraktir kalian makan sampai mati kekenyangan.
Hal pertama yang akan kalian dapati ketika membaca surat ini adalah sumpah serapahku, marah karena kalian tidak pernah mau membuat akun twitter. Sehingga aku tidak bisa memberikan alamat tujuan kepada tukang posku ketika mengantarkan surat ini. Blog? Oh, ketika pertama kali membuatnya kalian malah mentertawakanku. “jadi duit gak?”Kalau saja bukan kalian yang menanyakan itu, sudah aku habisi kalian satu persatu. itu pertanyaan yang sampai sekarang masih mengangguku, ya aku juga sedang berpikir bagaimana mendapatkan uang dari sini. Lalu mentraktir kalian makan sampai mati kekenyangan.
Apa kabar kalian semua? Sudah sejauh mana mimpi – mimpi masa remaja terwujud hari ini? Masih ingat tidak, bagaimana dulu kita berlomba memancang tali paling kuat untuk cita – cita masing – masing. Hingga kini mimpi pulalah yang akhirnya membawa kita pergi dan memperlebar jarak di antara kita. Ah, maaf jika aku hanya menulis satu surat ini untuk kalian bertujuh. Salah kalian (termasuk aku) dulu berkumpul dan memutuskan membuat organisasi tak resmi ini dengan banyak anggota, atau salah waktu? Mempertemukan kita dengan cara menyatukan delapan paru – paru berbeda menjadi satu nafas dengan udara yang sama: persahabatan.
Pertanyaanku di awal surat tak usah kalian dengarkan. Dari dulu, persahabatan kita tak pernah dibuat untuk saling menginjak kepala satu sama lain. Aku ingat bagaimana kita menaklukan satu persatu semua organisasi resmi dan setiap perkumpulan bawah tanah sekolah. Semua itu kini jadi bekal dan senjata paling kuat untuk menaklukan semua tantangan dan perisa pahit yang terjadi dalam hidup.
Tau tidak, di antara pasien yang terus datang setiap menit, tumpukan pekerjaan, ditambah nyeri patah hati, aku merindukan kalian. Merindukan kebersamaan kita, bagai waktu dulu. Tak peduli Pekerjaan Rumah yang harus dikumpulkan esok hari, mengerikannya ulangan ekonomi dan akuntansi, atau makan malam yang hanya ditemani secangkir kopi dan ikan teri, asal masih bersama – sama semua kesulitan jadi tidak ada gunanya. Jujur saja, saat ini aku tengah butuh pundak atau senda gurau kalian, biar jadi hiburan bagi masalah yang terus saja datang, tak mau dihabiskan.
Setidaknya aku butuh kalian sebagai otak yang tetap waras ketika aku hampir gila akibat nyeri patah hati dan pahitnya ditinggalkan tanpa alasan. Aku butuh tangan yang tinggi – tinggi mengepalkan tinjunya demi memberi semangat lagi, ketika batas kuatku hampir menyerah karena tak lagi percaya bahwa suatu hari aku bisa bahagia. Aku butuh senyum yang selalu berevolusi jadi tawa terbahak – bahak itu, yang mengusir segala gundah menjadi lelucon yang tak sudah – sudah. Saat ini, aku benar – benar butuh kalian.
Maaf... jika rindu pada kalian baru bisa tumbuh begitu aku mendapatkan kesulitan, itu semua karena aku tahu bahwa sahabat – sahabatku hanya akan menyediakan peluk, bukan pemikiran seperti itu ketika aku merasa kesulitan. Aku tahu bahwa kalian akan tetap menggeser duduk kalian, demi menyediakan tempat kosong satu lagi untuk ku, kemudian mulai mendengarkan semua yang ku ceritakan. Aku tahu, bahwa sahabat – sahabatku selalu mampu meluangkan waktunya untukku. Aku sangat tahu itu...
Aku jadi ingat ucapan seorang perempuan yang menamakan akun instagramnya @iitsibarani dia pernah berkata bahwa sahabat ialah mereka yang tahu kapan memfungsikan lidah dan telinga dengan sempurna; mereka yang tetap ada meski pilihanmu terkadang salah, mereka yang tak ingin apa-apa selain melihatmu bahagia, mereka yang akan selalu ikut mentertawakan masalahmu, masa lalu dan bukan di belakangmu. Dan hasil perkerjaan kalian, selalu sempurna ketika melakukan itu semua.
Akhir kata, maukah mengatur waktu untuk sebuah temu? Reuni kecil – kecilan seperti biasa, tolong kosongkan jadwal pada satu tanggal di bulan depan. Sungguh, aku rindu menghabiskan malam dengan secangkir kopi dan ikan teri bersama kalian.
Salam, Sekretaris Geng.
NB: kalian tahu tidak, menurut sebuah penelitian katanya persahabatan yang sudah berlangsung lebih dari 7 tahun, biasanya akan berlangsung selamanya! Di reuni kita bulan depan, jangan lupa bawa perlengkapan pesta, kita rayakan sewindu kebersamaan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar