Dear Brigadir Dewi Sri Mulyani.
Mendapati kenyataan bahwa surat ini kemungkinan besar tidak akan kau baca, di situ kadang saya merasa sedih.
Jika alasan kesedihanmu, waktu itu adalah melihat anak – anak yang rewel maka ijinkan saya sekali ini untuk rewel padamu, Dew. Saya ingin mengeluh tentang banyak hal, banyak sekali yang terjadi belakangan ini dan semuanya terjadi di luar perkiraan. Sebenarnya saya jarang sekali mengeluh, saya tahu itu tidak pernah ada gunanya. Tapi kali ini, berkat melihat fotomu yang beberapa hari ini rajin berpatroli di lini masa, saya tahu di sana ada ekpresi bentuk empati yang nyata. Maka tolong berikan saya pundak untuk mengadu beberapa hal...
Kenapa ya sulit sekali mengajak sepuluh jari kerja sama dengan segala ide yang muncul di kepala? Kadang di dalam berbagai lobusnya, muncul jutaan kata yang ingin ditulis dalam bentuk cerita atau hanya sekedar surat. Tapi ketika berhadapan dengan balpoint atau buku, ibu jari dan telunjukku mendadak kaku. Ketika berhadapan dengan seluruh tombol di laptop, sepuluh jariku mendadak kelu. Di situ kadang saya merasa sedih.
Tolong fahami sebelumnya, ini bukan berarti aku perhitungan atau pelit amal untuk orang lain ya, Dew. Tapi kenapa dunia kerja sistemnya begitu menyebalkan. Ketika kita mau berbuat baik bagi orang lain, mau mengerjakan pekerjaan orang lain, tapi orang lain tidak mau mengerjakan pekerjaan kita atau hanya sekedar berbuat baik. Kalau saya ikut egois,ikutan gila, siapa yang akan jadi orang waras di sana? Dalam beberapa kesempatan kita dipaksa mendahulukan kepentingan orang lain, tapi di lain waktu orang tidak pernah menghargai kepentingan kita. Di situ kadang saya merasa sedih.
Kemari, Dew. Saya butuh pundakmu satu lagi. Saya ingin cerita tentang hal lain, kenapa Tuhan harus menciptakan sebentuk perasaan bernama patah hati? Saat kita benar – benar merasa telah menemukan orang yang tepat, ia malah memalingkan muka mencari muaranya sendiri, mencari kebahagiaan lain di hati orang lain. Lalu, kenapa begitu sulit menemukan sesuatu yang bisa dicintai dengan orang yang baru? Kenapa sangat tak mudah memulai lagi segala sesuatunya dari awal? Lalu saat jatuh cinta, oleh tatapan mata di pertemuan pertama eh tiba – tiba setelah berjalan dua tiga hari, semua perasaan itu lenyap seketika. Di situ kadang saya merasa sedih.
Baiklah Dew, ku cukupkan sampai di sini suratku kali ini. Jangan lupa membalas suratnya dan satu lagi, meski kamu bilang kadang – kadang jangan terlalu banyak bersedih. Tak baik untuk kesehatanmu. Aku juga janji, tak akan rewel lagi.
Ttd.
Lastrange
ahahahaaa
BalasHapusdemam 'disitu saya merasa sedih'
Meme comic nya mana nih?
BalasHapus