Hai, Cairina moschata-nya Whorestore, kau tau kak bahwa nama Latin dari bebek hutan adalah Cairina moschata? Aaak tentu saja kau akan tau, mengingat betapa senangnya dirimu pada hewan berparuh itu. Kau juga pasti tau bahwa Cairina moschata adalah nama Latin untuk jenis itik hutan, bukan itik yang ada di peternakan. Sengaja kak, karena aku rasa, ditilik dari kebersamaan kita selama 30 hari ini, aku merasa bahwa itik hutan lah yang pantas untuk jadi maskot atau mendeskripsikan dirimu.
Aku harap kamu tidak tersinggung soal itu, kau adalah itik hutan yang cantik, bulu dan sayapmu yang berkilauan adalah hasil kerja kerasmu yang disaksikan alam selama ini. Yoga, segala makanan sehat, juga tawa dari angsa-angsa lain (sahabat-sahabatmu misal kak adel lah, aku harap dia tidak tersinggung jika aku mengibaratkannya sebagai angsa kanada) yang memberikan nyanyian dan berbagi segala jenis tarian di danau tenang di dalam hutan. tapi apakah kau lupa bahwa keberadaan makhluk cantik di tengah hutan merupakan hal yang diincar para pemburu?
Dan bolehkah ku tahu, itu panah siapa yang menancap di jantungmu sampai proses move on itu berlangsung begitu lama?
Hehehe maaf jika aku mencuri lihat dari hastag #jodohuntukiit dari kak adel dan kak elwa waktu itu, percayalah dibalik hujatan semacam PLR MMQ antara kau dan angsa-angsa cantik itu, aku juga mengahangatkan sebuah doa agar kau secepatnya bahagia. Ditemukan seseorang yang tak cuma berniat memburu, namun juga menyembuhkan luka yang ada. Yang paling penting tentu saja, dia akan mencabut panah yang kini masih menancap di jantung tukang posku yang sungguh cantik ini.
Tau tidak kak, bahwa sampai hari ke 30 ini setiap kali dirimu bilang "mari antarkan surat" aku membayangkan kau bertopi lebar, dengan pakaian yogamu, menggenjot sepeda klasik dengan keranjang besar di depannya berisi semua surat - surat yang dititipkan padamu, lalu dirimu mengayuh sepeda itu dari satu akun ke akun lainnya. Persis seperti loper-loper koran di waktu laku, bedanya, ketika kau melemparkan surat ke lini masa yang terdengar adalah teriakan semacam "DHEG" "berani mention gak..." atau "ah manisnya..."
Terimakasih kak iit, sudah menambahkan rasa manis untuk setiap surat yang kami buat, dengan hal kecil namun sangat berarti itu. Kau tidak tau betapa gusarnya aku setiap malam menunggu kau ikut menyertakan hal-hal kecil itu di luar amplop surat yang dibilang tweet itu. Lalu, selama beberapa hari kau hilang katanya jatuh sakit, duh kak! Maaf kak, aku tak bermaksud menggurui sama sekali. Makananmu boleh saja sehat, atau semua jenis olah ragamu bisa saja kamu sebut cukup. Tapi jika kurang tidur buat apa? Bebaskan kepalamu dari segala macam hal yang hendak kau lupakan. Bagaimana mungkin seseorang bisa melewatkan kegiatan senikmat tidur lebih dari delapan jam setiap malam?
Ah sudahlah, aku takut surat ini terlalu panjang nantinya. Aku takut kau malah malas membacanya. Kau tahu bahwa sebelum hastag ajaib #30HariMenulisSuratCinta ini ada, aku tidak mengenalmu sebelumnya. Paling aku hanya sedikit melihatmu lewat mention kak elwa atau kak adel. Sampai akun @adimasmanuel memberi kabar soal project ini, aku mencari tahu pada siapa aku harus menitipkan suratku. Ternyata kau! Kau itik cantik, iit cantik, Cairina moschata-nya Whorestore. Ternyata Tuhan selalu punya caranya sendiri mengajari manusianya, aku yang di awal project ini tengah limbung dengan berbagai duka dan usaha melupa, bertemu denganmu yang nampaknya punya segala cara untuk melakukannya. Salah satunya, kau mengubah luka menjadi semacam tawa dan menari bersamanya.
Terimakasih kak iit, selama tiga puluh hari ini tanpa kenal lelah membaca dan mengantar suratku, terimakasih, kalau bukan karena dirimu aku tidak mungkin bertemu lagi dengan dunia lama yang pernah ku tinggalkan ini, dunia menulis. Jika bukan karena mu, tidak mungkin pos di dalam blogku kini bertambah banyak. Terimakasih, telah mengajari soal teori keikhlasan, membiarkan orang yang disayang bahagia dengan pilihannya.
Terimakasih banyak, aku harap suatu saat kita bisa mengulang 30 hari yang sama seperti ini.
Meskipun surat ini bentuknya tak istimewa sama sekali, ijinkan aku memberikannya sebagai hadiah spesial sebagai penghargaan tertinggi atas kerja keras sebagai tukang pos kesayanganku selama tiga puluh hari ini. Terima kasih, Cairina moschata.
Dengan hormat.
Aku, satu dari #teamIitSibarani
PS: maaf kak iit, akhirnya aku putuskan tidak ke bandung tanggal satu nanti. Ibuku menyuruh pulang, setelah ku bacakan salah satu suratku untuknya di telpon beberapa hari lalu.
ahhhhhh! namanya cantik sekaliiii! :")))
BalasHapusawalnya kupikir kau menulis surat ini untuk perempuan entah, sampai saat mau meng-copy isi suratmu ke pos cinta, baru sadar surat ini untukku. aaaak! <3<3<3
terima kasih banyak yaa. untuk mencari tahu tentang nama yang cantik itu, bahkan akupun sebenarnya tidak tahu. hahaha. penggemar macam apa aku ini.
terima kasih untuk doanya, terima kasih juga sudah mau kembali ke dunia menulis. dan terima kasih untuk tetap menulis. :")
aku harap, proyek menulis ini, bisa menjadi gerbang buat kamu kembali lagi menulis ya. ayo yang semangat ya menulisnya! aku tunggu karyamu yang kelak meledak-ledak. aamiin! :"D
perihal tanggal 1, hey, sudahlah. mau sepenting apapun suatu acara, kalau keluarga terutama ibu sudah meminta untuk pulang, pulanglah. turuti dan utamakan. ah, sudahlah. aku cuma mau membalas surat ini, bukan menceramahi. aku rasa kau lebih dewasa untuk mengerti hal-hal semacam ini kan? well, karena aku masih muda. boleh kok gak pake "kak." hahaha.
o iya. perihal jam tidur, aku tak pernah bisa menepati. hahaha, tapi akan dicoba semampunya. terima kasih sudah diingatkan yaa.
semangat menulisnya yaa.
terima kasih sudah konsisten menulis selama 30hari ini. maafkan jika ada kata-kata yang salah ataupun menyinggung. sampai jumpa lagi. :")
Pokoknya gak mau ganti nama akun twitter sampe taun depan, biar kang pos nya Iit Sibarani lagi. Pokoknya jd kang pos lagi ya tantik! :)
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus